Selaksa Rindu
Photo : Brilio.net Oleh Endang Yuni Purwanti Sore itu, seorang kakek tua duduk di tepian jalan Tubuh ringkihnya terlihat lelah, menepi beristirahat sejenak Mengeja tanggungjawab, menawar beban hidup Nanar, pada sosok lelaki tua itu aku melihatmu Memori perlahan mengeja masa lalu Pada kata-kata yang terucap saat kita lama berbincang Pada ruas-ruas jalan yang kita tapaki bersama Pada makanan-makanan favoritku dan favoritmu juga Pada segala hal biasa tentang kita Terimakasih, terimakasih telah hadir menemaniku Ah, tiba-tiba ada selaksa rindu Rindu yang ingin kuucap dalam bait-bait doa Rindu yang membuatku rapuh, juga menguatkanku Rindu yang tak akan pernah hilang, Rindu yang tak jua berkurang, Rindu yang hanya sirna saat kita bertemu Bertemu di jannahNya, in sya Allah.. Ndk, 02112017 - 00:28